Saat para tamu undangan dan sebagian
kerabat pulang kerumahnya masing-masing, dengan langkah penuh gembira, aku dan
suamiku bergegas memasuki rumah yang telah disediakan oleh keluarga suamiku.
Aku dan suamiku saling bercanda dan tertawa riang.
Kami berjalan memasuki rumah laksana
pangeran dan permaisurinya. Sesampainya di dalam kamar, kami lantas
menanggalkan baju kebesaran pernikahan kami dan masing-masing menggantinya
denngan baju tidur.
Sebelum kami beranjak tidur, kami
baru menyadari kalau perut kami begitu lapar karena sibuk menyambut tamu-tamu
yang hadir sehingga tidak sempat makan malam.
Aku lalu menata meja makan dan
menyiapkan makanan yang memang telah disediakan keluargaku khusus untuk
pengantin. Malam itu,

