Home

Tampilkan postingan dengan label Sedih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sedih. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Februari 2017

Adzan Terakhir Bilal Bin Rabah



               


           
          Semua pasti tahu, bahwa pada zaman nabi, setiap masuk waktu sholat, maka yang mengkumandangkan adzan adalah Bilal bin Rabah. Bilal ditunjuk karena memiliki suara yang indah. Pria berkulit hitam asal Afrika itu mempunyai suara emas yang khas.
            Posisinya semasa Nabi tak tergantikan oleh siapapun, kecuali saat perang saja, atau saat keluar kota bersama Nabi. Karena beliau tak pernah berpisah dengan Nabi, kemanapun Nabi pergi. Hingga Nabi menemui Allah ta’ala pada awal 11 Hijriah.
            Semenjak itulah Bilal menyatakan diri tidak akan mengkumandangkan adzan lagi. Ketika Khalifah Abu Bakar Ra. Memintanya untuk jadi mu’adzin kembali, dengan hati pilu nan sendu Bilal berkata,
“Biarkan aku jadi mu’adzin Nabi saja. Nabi telah tiada, maka aku bukan mu’adzin siapa-siapa lagi.”
            Abu bakar terus mendesaknya, dan Bilal pun bertanya,

Sabtu, 06 Agustus 2016

300 KM Menuju Jahanam





Siang itu terik meradang,bola matahari seakan terbakar lebih dari biasanya,lidahnya menjulur-julur ke bumi menebarkan panas tiada terhingga. Debu beterbangan terhempas angin menari-nari di udara dan kemudian terdampar entah kemana. Sempurnalah terik hari itu. Tapi aku masih muda dan kuat,apalah arti cuaca yang buruk bagi sebuah keinginan.
            Bersama teman-teman, aku telah merencanakan sebuah perjalanan dari Riyadh menuju Damam dengan menggunakan mobil.
            Kami pun berangkat dengan kebahagiaan yang mekar di hati masing-masing, sesudah berkumpul di rumah yang ditentukan,mobilpun melaju melewati ruas-ruas jalan. Tak lama sesudah menancapkan gas, kami melewati rambu di sebelah kiri jalan. Kawan-kawanku membacanya dengan semangat,
“Dhamam  300 KM”
            Namun alangkah kagetnya aku,apa yang mereka baca ternyata tidak sama dengan apa yang aku lihat. Aku terperangah bercampur cemas,
“Bukan kawan-kawan,aku melihat rambu  tadi bertuliskan , Jahanam 300 KM !”